About This Blog

Tak Ingin Hidup Hanya Untuk Mati, Aku Mencoba Berarti

Judul diatas aku pakai pada blog pertamaku ini untuk mengungkapkan alasan kenapa aku membuat blog ini. Hidupku yang hanya sekali ini ingin kugunakan untuk menjadi berarti bagi orang lain salah satunya adalah dengan tulisan-tulisanku yang semoga dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Bagi orang beragama khususnya Islam, agama yang aku anut percaya bahwa akan ada kehidupan setelah kematian. Kehidupan yang abadi dan merupakan tujuan akhir dari perjalanan kehidupan manusia. Hal inilah yang membedakan kaum muslim dengan kaum tidak beragama. Bagi mereka yang tidak percaya akan adanya Tuhan atau kehidupan setelah kematian menjalani hidup mereka hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan mereka dan akhir dari perjuangan mereka hanya satu kematian. Orang-orang seperti itulah yang saya sebut dengan orang yang hidup hanya untuk mati, bagi mereka kehidupan hanya akan berakhir pada kematian karenanya mereka hanya menggunakan waktu dalam hidup mereka untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa sadar bahwa apa yang mereka perjuangkan semasa hidupnya itu akan berakhir sia-sia saat mereka menemui kematian.

Karena itu sebagai seorang muslim aku ingin mencoba untuk berarti. Menjadi seseorang yang dapat memberi makna pada setiap yang kulakukan, sekecil apapun aku ingin berguna. Karena kehidupan abadi yang penuh bahagia hanya akan didapatkan bagi mereka yang bisa berguna bagi sesamanya, baik kehidupan abadi di dunia maupun kehidupan abadi yang nyata di akherat kelak.

Kehidupan abadi yang penuh bahagia di dunia adalah bagi mereka yang telah berjasa besar, sehingga mereka akan selalu hidup pada hati setiap manusia. Memberikan pelajaran dan sebagai wujud bahwa kebenaran dan kebaikan akan selalu menang. Ada banyak nama yang telah menjadi abadi di dunia diantaranya ialah para nabi dan rasul, para pahlawan-pahlawan besar seperti Sukarno, Muh. Hatta, Jenderal Soedirman di Indonesia, dan nama-nama lain seperti Winston Churcill, Theodore Roosevelt, dan masih banyak lagi yang tidak akan cukup untuk saya sebutkan dalam 1 halaman blog ini.

Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita dituntut untuk menjadi seperti mereka. Tidak, setiap manusia mempunyai peranan masing-masing dalam dunia ini, tentang hal ini saya pernah membaca sebuah puisi menarik karya Taufik Ismail berjudul “Kerendahan Hati” yang saya pikir akan sangat pas untuk mengakhiri blog saya ini. Silakan dibaca dan resapi setiap makna dan pelajaran di dalamnya.

Kerendahan Hati

Oleh: Taufik Ismail

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Ost

There are no comments on this page

Leave a Reply